Archive

Archive for the ‘AGAMA’ Category

Catatan Akhir Tahun

31 December 2008 Leave a comment

new-year1Tahun 2008 akan meninggalkan kita. Terlalu banyak peristiwa yang terjadi pada tahun ini, yang harus kita jadikan pelajaran. Mulai dari meninggalnya ‘guru bangsa’ presiden kedua Republik Indonesia di bulan Januari, kasus blue energy dan super toy.  Dari pentas Politik, situasi sudah mulai memanas dengan pendekalrasian beberapa tokoh untuk maju menjadi RI 1 di tahun 2009 nanti. Sri Sultan Hamengku Buwono X , Wiranto, Probowo dan Sutiyoso adalah segelintir nama yang telah mengajukan diri untuk menjadi presiden periode 2009-2025. Kemudian peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ryan dan pasangan homonya cukup membuat geger bangsa ini. Pengungkapan kasus korupsi antara jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kasus BLBI menjadi catatan sendiri dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Sampai prestasi olahraga yang diukir oleh petinju tanah air Chris John dan ganda putra kebanggaan Indonesia, Markis Kido/ Hendra Setiawan, serta undang-undang BHP pendidikan kita. 

Read more…

Advertisements
Categories: AGAMA, FILSAFAT, PENDIDIKAN

Makna Idul Kurban bagi Transformasi Sosial

7 December 2008 4 comments

images1Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban menyimpan banyak harapan untuk self cleaning, menjanjikan peleburan jiwa ke dalam proses penemuan jati diri dan harga diri. Kalimat takbir, tahmid, dan tahlil yang dikumandangkan pada prinsipnya bukanlah apa-apa, melainkan ia hanya sebuah ekspresi ketakjuban, refleksi kekaguman spontanitas, totalitas kepasrahan atau peleburan diri ke alam yang kasat mata namun nyata.

Read more…

Categories: AGAMA

Selamat Hari Raya Idul Fitri

6 October 2008 Leave a comment

Segenap Kampium di “Widya Inspira Purwokerto” mengucapkan …..

Categories: AGAMA

Membangun Moral di abad Global

23 September 2008 Leave a comment
Oleh : Khoirul Anwar

“if religion without morality lacks a solid earth to walk on, morality without religion lacks a wide heaven to breath in”.(Jika agama tanpa moralitas, kekurangan tanah untuk berjalan diatasnya, jika moralitas tanpa agama, kekurangan surga langit untuk bernafas).

Kata-kata Prof. John Oman yang di kutip oleh Dr. Faisal Ismail diatas mengajak kepada kita untuk menilik kembali terhadap pandangan kita yang selama ini kita pegang khususnya dalam hal memperbincangkan dalam kemajuan suatu bangsa.Kemajuan suatu bangsa tak hanya di ukur melalui patokan kemajuan teknologinya dan GNP nya semata tetapi juga harus dilihat kelakuan masyarakatnya seperti yang tertulis dalam syairnya Ahmad Syangu, “sesungguhnya ini suatu bangsa terletak pada akhlaknya, jika akhlak mereka bejat hancurlah bangsa itu“.

Read more…

Categories: AGAMA

Membangun Moral Bangsa

20 September 2008 Leave a comment

Oleh : Dr. Tarmizi Taher*

Dari mana kita mulai membangun bangsa ini? Pembangunan kembali negeri ini harus mulai dari etika, moral, dan nilai. Prof Sutan Takdir Alisyahbana, pemikir hebat Indonesia, waktu dikejar oleh Bung Karno membuat tesis di Stanford University dengan judul Values as Integrating Forces in Personality, Society and Culture.

Read more…

Categories: AGAMA

Anakmu Bukan Milikmu

8 January 2008 2 comments

Anakmu bukan milikmu.  Mereka adalah putra-putri sang hidup yang rindu akan diri sendiri. Dari engkau mereka lahir , tapi bukan darimu.  Mereka ada padamu, tapi bukan milikmu. Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu karena mereka memiliki alam pikiran mereka sendiri. Engkau bisa membangunkan rumah untuk tubuhnya, tapi bukan untuk jiwanya.  Karena jiwa-jiwa mereka adalah calon-calon penghuni rumah masa depan, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi.”  (Kahlil Gibran).

Categories: AGAMA, FILSAFAT, PENDIDIKAN

Nasihat Terbaik

7 January 2008 3 comments

Nasihat Terbaik

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas iman ada sebuah cara yang sederhana sekaligus sangat efektif yaitu saling nasihat-menasihati. Yang sedang merasa turun kekuatan imannya, tidak malu untuk meminta nasihat kepada saudaranya yang lain. Mungkin pada saat yang lain, gilirannya berubah, yang tadinya menasihati berganti meminta nasihat. Kita semua tolong-menolong dalam kebaikan. Alangkah indahnya hidup seperti ini!
Hidup saling menasihati bukanlah untuk menggurui tetapi untuk saling membantu dan saling menguatkan. Tentu saja sangat diperlukan saling kasih-mengasihi, artinya semua nasihat disampaikan dengan penuh cinta kasih dan keindahan. Tidak ada satu kata pun yang bermaksud menyakiti atau menyinggung perasaan. Kedua pihak saling menerima dan memberi dengan penuh cinta sebagai wujud persaudaraan dalam keimanan.
Saudaraku, Nasihat yang baik tidak harus keluar dari lisan orang yang berilmu lebih tinggi. Ketulusan dalam memberi nasihat akan lebih menyentuh hati daripada kata-kata sulit yang dipetik dari keilmuan yang rumit. Kata-kata sederhana dan keindahan ahlak adalah nasihat yang paling mudah diterima.
Saudaraku, Nasihat yang baik bukanlah nasihat yang merubah orang-orang di sekitar kita. Nasihat terbaik adalah yang merubah diri kita menjadi lebih baik. Paling tidak, nasihat itu menjadi pemicu diri kita untuk berubah.  Perubahan orang-orang di sekitar kita adalah mutlak sepenuhnya di tangan Allah SWT. Kita tidak layak merasa bangga ketika orang lain menjadi lebih baik setelah mendengar nasihat dari kita. Allah sajalah yang membolak-balikkan hati dan kita tidak bisa melakukannya. Nasihat kita akan menjadi amal hanya jika kita ikhlas, tidak mengharapkan balas budi.  Maafkan karena saya belum bisa melakukan amalan ini dengan sempurna.
Categories: AGAMA