Home > IT OPINI, KOMPUTER > Komunitas “Online” Itu Aset Digital

Komunitas “Online” Itu Aset Digital

 

Anak-anak muda semakin tak terbendung lagi untuk kreatif di dunia maya. Tak sekadar bermain-main menjadi konsumen di jagat jaringan sosial maya, seperti menjadi blogger di blogger.com atau menjadi mp’ers di multiply.com, atau menjadi anggota aktif di Facebook, Friendster, Hi5, atau situs jaringan sosial lainnya.

Mereka kini sudah mulai berpikir: bagaimana kalau saya sendiri yang membuat dan mengelola wadah komunitas itu?

Seiring banyaknya potensi anak muda di bidang teknologi informasi, tapi tak semuanya tertampung di pekerjaan formal, maka anak-anak muda kini berjuang sendiri di sektor ekonomi kreatif.

 

November lalu, Japan-Indonesia Expo 2008 digelar di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Salah satu booth yang ikut memeriahkan acara itu adalah komunitas Indomanga.com.

Dari namanya, sudah pasti mereka adalah anak-anak muda penggemar manga. Dengan nama yang mudah dieja dan tampak akrab didengar telinga itu, tak salah jika Indomanga berasosiasi dengan komunitas yang digalang serius dengan pendanaan kuat dari sebuah institusi ternama.

Namun, dugaan itu meleset. Indomanga dimiliki oleh perseorangan. Fakta lain: komunitas online ini dikendalikan anak muda dari Pekanbaru, Riau.

Jadi, bukan dari Jakarta? ”Bukan, saya dari Pekanbaru. Web ini saya buat dan saya kelola, dibantu anggota menjadi moderator,” kata Handry Teguh, pemilik Indomanga. Indomanga didirikan sejak 2005. Kini jumlah anggotanya lebih dari 5.200 orang.

Hobi koleksi

Pada dasarnya, Handry adalah tipe anak muda melek teknologi web yang tahu soal nama domain-domain ”cantik”. Domain adalah nama dari alamat web, seperti indomanga.com.

”Saya suka mencari domain ’cantik’. Kalau masih tersedia akan saya beli,” kata lulusan Sistem Komputer Jurusan Robotika dan Sistem Kontrol Universitas Bina Nusantara ini. Maka, dia pun membeli indomanga.com, tanpa tahu akan diisi apa.

Web itu akhirnya diisi dengan forum diskusi terkait dunia menggambar manga. ”Saya akhirnya ikut kursus manga tiga bulan. Pada prinsipnya, saya suka barang-barang seni, film manga, dan anime,” kata Handry.

Handry terkejut, web yang dia bangun ternyata dikunjungi orang. Mereka adalah pencinta manga dari berbagai kota. Web itu pun terus diseriusi walau tak menghasilkan uang.

”Bagi saya, web komunitas itu aset digital. Jadi, saya tak peduli apakah web itu menghasilkan duit atau tidak, yang penting saya bangun komunitas itu, ini semua memang untuk komunitas, bukan untuk komersial,” kata Handry.

Kecintaan terhadap manga berlanjut. Setelah melihat respons bagus dari komunitas, ”Saya akhirnya mendirikan sekolah manga di Pekanbaru, sekarang ada sekitar 80 siswa,” ujarnya.

Koleksi ”online”

Hobi Handry bisa disebut ”koleksi online”. ”Saya suka dengan koleksi online. Banyak domain saya beli. Saya berpikir, domain ’cantik’ itu sebuah aset yang tak ternilai harganya,” katanya.

Walau berpandangan domain itu sebuah aset, Handry mengaku belum pernah menjual domain ke orang lain. ”Jangan dijual, saya tak pernah berpikir menjual aset. Indomanga itu memang aset, tapi saya tak akan menjualnya,” katanya.

Banyak hobi anak-anak muda yang bisa menjadi ”aset” potensial di dunia komunitas online. ”Mengangkat potensi anak muda di dunia online itu sungguh menantang, saya suka dunia ini,” katanya.

Hal yang membuat Handry bersemangat, para anggota juga aktif membantu. Orang-orang yang mengurus pameran di Jakarta adalah para anggota Indomanga yang bekerja sukarela.

”Kegiatan kami nonprofit, banyak yang ingin mengundang kami, tapi terkendala dana karena kami nonprofit,” katanya.

Bisa komersial

Sebelum menekuni Indomanga, dia sudah punya domain lain yang dari sisi komersial cukup menghasilkan. ”Riaujobs.com dan iklanriau.com itu saya yang buat,” katanya.

”Web iklanriau.com sudah menghasilkan, sudah autopilot, artinya web ini memberi penghasilan otomatis tanpa saya banyak bekerja,” kata Handry. Pengguna web iklan itu sudah mencapai 10.000 user sejak 2003.

”Bisnis online itu benefitnya tinggi, sedangkan bisnis offline itu masih mahal modalnya karena itu saya memilih menekuni bisnis online,” kata Handry.

Indomanga.com memang bukan website fenomenal. Traffic web, menurut Alexa.com, peringkat 200.482 dunia. Harga estimasi domain menurut websiteoutlook.com 13.278 dollar AS.

Di atas Indomanga.com masih banyak website komunitas dengan traffic lebih tinggi. Namun, semangat Handry memperlakukan komunitas sebagai aset online yang harus disimpan cukup menjadi kritik pedas buat kebanyakan pengelola portal web besar yang selalu berpikir profit dulu untuk membangun web.

Web komunitas lain yang dikelola anggotanya adalah http://www.indogamers.com. Suryadi Denis, salah seorang admin web itu, mengatakan, komunitas Indogamers disediakan untuk mereka yang suka dengan game-game online berbasis komputer.

”Web ini untuk komunitas, jadi bukan profit. Namun, kami menyediakan donasi. Dengan donasi, tiap pengguna mendapat keuntungan mengakses server game yang nyaman untuk bermain game online,” kata Denis.

Anggota Indogamers mencapai 118.518 orang. Peringkat lalu lintas pengunjung, menurut Alexa.com, nomor 11.141 dunia. Estimasi nilai aset domain menurut Websiteoutlook.com adalah 217.488 dollar AS.

Kompas MuDA beberapa pekan ini juga mulai membangun komunitas online. Lewat web http://www.mudaers.com, Kompas MuDA ingin mewadahi anak-anak muda untuk berbagi pengalaman di berbagai bidang.

 http://cetak.kompas.com/

Advertisements
Categories: IT OPINI, KOMPUTER
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: