Home > KOMPUTER > Kuno Amat

Kuno Amat

Ada yang salah dengan pemerintahan yang akan berakhir kekuasaannya pada pertengahan tahun depan sampai terpilihnya presiden dan kabinet baru ini. Jarum jam kemajuan dan reformasi sepertinya mau dibawa mundur ke era kekuasaan Orde Baru yang ekspresif dengan rencana untuk membentuk instansi yang akan memonitor situs web, termasuk blog.

Di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi dengan derasnya informasi, rencana Menkominfo untuk membentuk instansi pemantau menjadi absurd, sebuah upaya yang membuang biaya dan tenaga yang berlebihan di tengah krisis keuangan yang mengharuskan siapa saja berhemat dan memanfaatkan teknologi digital sebagai alternatif murah bertahan di tengah krisis global sekarang ini.

Sejak lama, terutama setelah ledakan informasi, konsep kekuasaan sebagai night-watch kita tinggalkan dan di Indonesia dirumuskan dalam gerakan reformasi yang harus kita bayar dengan mahal. Konsep masyarakat madani dan pemerintahan yang demokratis seharusnya mencegah kita semua, baik dalam pemikiran maupun rumusan kekuasaan, untuk membentuk instansi pemantauan seperti era Kopkamtib.

Pada era informasi dan reformasi sekarang ini, hubungan antara negara dan kawulanya didasarkan atas rights of freedom yang dijamin konstitusi sesuai prinsip otonomi oleh rakyat. Instansi pemantauan jaringan internet, situs web, jejaring sosial, dan sebagainya yang akan dibentuk jelas merupakan kemunduran dan mengkhianati cita-cita kita bersama membentuk masyarakat madani.

Sekali ditegaskan dalam kolom ini, Indonesia bukan negara komunis seperti China yang bisa seenaknya memantau, memata-matai warga negaranya. Dan, esensi kita bernegara dan ber-republik adalah terbentuknya masyarakat madani yang bebas dari penindasan, penekanan, pemantauan, dan sebagainya.

Ada tiga esensi yang harus dimengerti dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi. Pertama, pengetahuan, kemampuan kita untuk memanfaatkan ketersediaan teknologi sesuai dengan kebutuhan kita untuk melihat, menjejaki, dan mencari potensi-potensi untuk mengangkat harkat berbangsa dan bernegara.

Kedua, kecepatan, dalam konteks strategis untuk memproyeksikan kemampuan dan eksistensi kita pada jarak yang jauh dan tidak terbatas secara cepat. Dan, ketiga, ketepatan, sebagai upaya kita bersama untuk mencari potensi-potensi ancaman kehidupan berbangsa kita untuk mengambil keputusan secara tepat-guna.

Kehadiran teknologi komunikasi informasi di tengah kita sekarang ini mengharuskan kita bergerak dari sound barrier ke time barrier. Tidak ada waktu bagi kita memantau dan mematai-matai rakyat sendiri. Kuno amat sih!

http://www.cetak.kompas.com
Senin, 1 Desember 2008 | 02:17 WIB

Advertisements
Categories: KOMPUTER
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: