Home > AGAMA > Nasihat Terbaik

Nasihat Terbaik

Nasihat Terbaik

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas iman ada sebuah cara yang sederhana sekaligus sangat efektif yaitu saling nasihat-menasihati. Yang sedang merasa turun kekuatan imannya, tidak malu untuk meminta nasihat kepada saudaranya yang lain. Mungkin pada saat yang lain, gilirannya berubah, yang tadinya menasihati berganti meminta nasihat. Kita semua tolong-menolong dalam kebaikan. Alangkah indahnya hidup seperti ini!
Hidup saling menasihati bukanlah untuk menggurui tetapi untuk saling membantu dan saling menguatkan. Tentu saja sangat diperlukan saling kasih-mengasihi, artinya semua nasihat disampaikan dengan penuh cinta kasih dan keindahan. Tidak ada satu kata pun yang bermaksud menyakiti atau menyinggung perasaan. Kedua pihak saling menerima dan memberi dengan penuh cinta sebagai wujud persaudaraan dalam keimanan.
Saudaraku, Nasihat yang baik tidak harus keluar dari lisan orang yang berilmu lebih tinggi. Ketulusan dalam memberi nasihat akan lebih menyentuh hati daripada kata-kata sulit yang dipetik dari keilmuan yang rumit. Kata-kata sederhana dan keindahan ahlak adalah nasihat yang paling mudah diterima.
Saudaraku, Nasihat yang baik bukanlah nasihat yang merubah orang-orang di sekitar kita. Nasihat terbaik adalah yang merubah diri kita menjadi lebih baik. Paling tidak, nasihat itu menjadi pemicu diri kita untuk berubah.  Perubahan orang-orang di sekitar kita adalah mutlak sepenuhnya di tangan Allah SWT. Kita tidak layak merasa bangga ketika orang lain menjadi lebih baik setelah mendengar nasihat dari kita. Allah sajalah yang membolak-balikkan hati dan kita tidak bisa melakukannya. Nasihat kita akan menjadi amal hanya jika kita ikhlas, tidak mengharapkan balas budi.  Maafkan karena saya belum bisa melakukan amalan ini dengan sempurna.
Advertisements
Categories: AGAMA
  1. nur
    9 January 2008 at 8:03 am

    ya benar sekali nasehat yang baik itu adalah nasihat yang bisa memicu diri kita maupun lingkungan disekitar kita bisa berubah kearah positif. sebenarnya kita harus haus akan nasihat karena kita adalah makhluk sosial yang masih bergantung dengan orang lain. so karena kita sudah mengakui makhluk sosial why not i’ll take for granted

  2. qolbi
    26 February 2008 at 6:06 am

    sepakat….sepakat….

    salam kenal…wah. purwokwerto y??
    hidup ngapak….

  3. firdaus
    17 March 2008 at 7:14 am

    “watawaashou bil haqqi watawaashou bish-shobri” ini adalah cara hidup luar biasa yang telah terkonsep dalam al-qur’an. kecerdasan kita dalam menikmati waktu dengan ridho-Nya yang akan sangat mempengaruhi jiwa kita sangatlah bergantung kepada konsep hidup seperti ini. seperti antum bilang. hati hanya bisa mendengar hati, maka nasihatkanlah kebaikan dengan hati yang tulus ikhlas karena-Nya. semoga Allah membimnbing hidup kita. “Ad-Diinun-Nasiihat” agama itu adalah nasihat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: